Top Ad unit 728 × 90

Untuk Yang Terakhir - Sesion 2 #Part6 Ending

“Xing… lepasin… ato gw teriak nih…”Ancam ku
Xing pun melepaskanku , aku berpaling hendak meninggalkan Xing.
“Chi… Val masuk rumah sakit…” Ucap Xing
Deg…Val masuk rumah sakit…?
“Terus apa hubungannya ama gw?”Bentakku
“Please ikut gw…(sambil meraih tanganku dan menarikku ke mobilnya)” sambil menjalankan mobilnya
“Loe apa-apaan sih…? Loe pikir gw peduli …”Sahutku
Xing diam saja sambil memacu mobilnya dengan kencang.
“Xiiiiiiing….. stop…. Turunin gw disini…”Teriakku
Xing terus memacu mobilnya dengan kencang.
“Xiiiiiiiiiing, berhenti…”Teriak ku lagi
Ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttt…………… Xing nge-rem mendadak, Aku sampai hendak terpental.
“Val… Sakit leokimia stadium akhir…” Ucap Xing menatap lurus kedepan
Val?Leokimia? Stadium akhir…
“Val sekarang lagi koma dirumah sakit… dan ini kesempatan terakhir loe buat ketemu dia…” Ucap Xing lagi
Aku hanya terdiam. Aku kaget mendengar penjelasan Xing. Tanpa kusadari airmataku menetes.
Val… Val…
Kenapa bisa gini sih…
Aku menangis. Seberapa keras pun aku menyanggah perasaanku, tidak bisa dipungkiri aku masih tetap sayang dengan Val. Xing pun memacu mobilnya,  menuju Sebuah rumah sakit.

(RUMAH SAKIT)>>>>>>>
>>>>>>

Val…?
Aku menghampiri Val yang terbaring koma di atas tempat tidur dan duduk di kursi yang ada di sebelah tempat tidurnya. Xing yang masuk bersamaku, berdiri disisi lain tempat tidur.
“Val mengidam penyakit leokimia sejak 5 tahun terakhir ini…”Ucap Xing sambil menatap kosong kearah Val “ga ada satu orang pun yang tau penyakitnya, termasuk keluarganya sekalipun. Gw juga baru seminggu terakhir  ini  tau…Ucap Xing
Aku tidak bisa berkata apa-apa, hanya tertunduk dan menangis.
……
Sudah 3 hari ini aku menemani Val di rumah sakit. Makan,tidur,mandi kulakukan dirumah sakit. Sedetik pun berat rasanya ku meninggalkannya. Val sendiri belum sadar-sadar. Xing setiap hari selalu datang dan membawakan ku makanan.
Val…Aku mohon…Tolong bangun…Aku ga peduli kamu sayang ato engga sama aku…Yang aku perlu in Cuma kamu sekarang sadar dan bisa kembali bareng aku lagi…Jalan bareng… bercanda bareng…Please Val, kamu bangun…
Aku pun lagi-lagi meneteskan airmata sambil tetap memegangi tangan Val. Tiba-tiba saja tangn Val bergerak. Aku seketika menghentikan tangisku, aku senang. Tapi… Ada yang tidak beres…  Nafas Val sesak. Akupun pun memencet tombol memanggil dokter. Sambil menangis ketakutan.
“Val… loe kenapa…? Val please loe jangan kaya gini…” Ucapku gemetaran
Dokter dan perawat pun  datang, dan menyuruhku menunggu diluar.
Aku menelpon Xing memberitahukan keadaan Val. Tidak berapa lama Xing, Alex dan Aiu datang. Aiu memelukku, mencoba menenangkan tangisku. Tapi sepertinya itu percuma.
“Iu… Val yu… Val… Val bakal baik-baik aja kan?” Tangisku dipelukan Aiu
Aiu menganggukkan kepala dan terus memelukku sambil mengelus pundakku. 2 jam kemudian, Dokter keluar dari kamar Val.
“Dok, bagaimana keadaan adik saya dok?” Tanya Alex ketakutan
“Maaf… kami sudah berusaha sebaik mungkin…” Ucap Dokter itu tertunduk
“(Tangisku pecah) Eng…engga mungkin… Val ga mungkin…” Ucapku sambil masuk ke kamar Val dan terlihat seorang perawat sedang mencabuti alat-alat yang ada di tubuh Val. Tubuhku langsung lemas, ketika melihat Val yang sudah tidak bernyawa lagi. Xing yang berada paling dekat denganku langsung menangkapku dan menuntunku menghampiri jasad Val. AKu memelukjasad Val yang sudah tak bernyawa lagi sambil menangis tersedu-sedu.
……
Seminggu telah berlalu, sejak acara pemakaman Val. Aku terus mengurung diri dikamarku. Aku masih terpukul dengan kepergian Val. Aku sendiri tidak ada semangat lagi untuk melakukan aktifitas apapun.  Bahkan makan pun jarang. Mamaku yang khawatir berusaha membujukku. Bukan hanya mama, Aiu dan Alex pun hampir tiap hari datang kerumahku hanya untuk membujukku makan.

“chi… ada temenmu nih dateng…” Ucap mamah lembut “Tante tinggal dulu yach…” Ucap mamaku lagi
“iyach tante…” Sahut Xing
Xing menghampiriku yang duduk di atas tempat tidur sambil menatap kosong keluar jendela kamarku. Xing pun duduk di sampingku.
“Chi… mungkin sudah saatnya gw certain ini ama loe…” Ucap Xing sambil memegang pundakku “Loe ingatkan waktu gw nembak loe di Café itu? Waktu loe marah banget ama gw n Val dan kemudian loe ninggalin kita berdua?”

(DALAM INGATAN XING)>>>>>>>
>>>>>>

“Val… gila loe yach? Loe kok ga bilang Echi suka sama loe? Dan loe malah nyomblangin dia ama gw…? Parah loe Val…”ucapku terbawa emosi (menggebrak meja)
Ketika aku ingin pergi meninggalkan Val.
“Gw sakit Xing… gw sakit…” Ucap Val
Aku menghentikan langkahku.
“Gw sakit leokimia stadium akhir. Gw ga mau membuat Echi kehilangan gw. Makanya gw nyomblangin loe ama dia, karna gw tau orang yang tepat buat jaga dia ya Cuma eloe… jadi tolong Xing, seandainya gw udah ga ada tolong loe jaga dia. Sayangi dia. Cuma itu yang gw minta” Jelas Val
“Loe sayangkan, sama dia… loe cintakan sama dia… loe harus tetap berusaha…”Ucapku kepada Val
“Berjanjilah Xing… (tatap Val padaku) please janji sama gw…” Ucap Val masih menatapku
Aku pun mengangguk “Iya Val, gw janji”

(KEMBALI PADA ECHI)>>>>>>>
>>>>>

“emmm… gw Cuma mau bilang sama loe Val sebenernya juga sayang sama loe, dia cinta sama loe… dia Cuma takut loe bakal merasa kehilangan dia… (menatapku) dan gw sendiri juga sudah janji sama Val… gw bakal jaga loe dan menyayangi loe… gw ga peduli seberapa lamanya loe baru bisa nerima gw… gw akan berusaha menepati janji gw…” Ucap Xing
Aku hanya diam. Xing pun keluar dari kamarku.

gw Cuma mau bilang sama loe Val sebenernya juga sayang sama loe, dia cinta sama loe… dia Cuma takut loe bakal merasa kehilangan dia… dan gw sendiri juga sudah janji sama Val… gw bakal jaga loe dan menyayangi loe… gw ga peduli seberapa lamanya loe baru bisa nerima gw… gw akan berusaha menepati janji gw…

Aku pun beranjak dari tempat tidurku dan berlari mengejar Xing.
“Xing” Ucapku pelan ketika berada dibelakang Xing
“Chi…”sahut Xing kaget membalikkan badannya
“gw mau minta tolong sama loe…”Ucapku
“loe bisa minta apapun…” Jawab Xing
“emmm… tolong loe temenin Val dihati gw…” Ucapku
Xing tersenyum dan memelukku erat.
“Eloe maukan nunggu gw… sampai gw bisa…  ngelupain Val…”Ucapku
“Jangan… jangan loe pernah lupain Val… Loe cukup sandingkan gw sama Val  dihati loe…”Ucap Xing tersenyum


^_^ . . .THE END . . . ^_^


Baca juga cerpen karya DESY yang lainnya :
  1. Untuk Yang Terakhir - Session 1
  2. Untuk Yang Terakhir - Session 2 #Part1
  3. Untuk Yang Terakhir - Session 2 #Part2
  4. Untuk Yang Terakhir - Session 2 #Part3
  5. Untuk Yang Terakhir - Session 2 #Part4
  6. Untuk Yang Terakhir - Session 2 #Part5
  7. Untuk Yang Terakhir - Session 2 #Part6 Ending

Penulis by DESY CIPTA ANGGRAINI
FB : http://www.facebook.com/desY.Ang

Untuk Yang Terakhir - Sesion 2 #Part6 Ending photo Reviewed by Budi Hery Kiswanto on 1:42 AM Rating: 5

2 comments:

  1. Wah keren, orang Kalsel jua lah yang maulah cerpen tuh,,

    Ijin me Add fb nya nah,, he

    Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. so pasti ... nih orng BJB #landasan ulin.
      .
      monggo d'add ....
      makasih @gaptek sdah berkunjung k'#rumah #gaptek. hahaaa

      Delete

All Rights Reserved by Coretan Gaptek © 2014 - 2015

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.