Top Ad unit 728 × 90

Icha, Echi, Dan Ichi

Mendung menyelimuti langit kota Jakarta pagi itu, jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.30. Terlihat dua orang gadis remaja yang sedang menunggu angkutan umum untuk pergi ke sekolah.Namun ditengah penantian mereka menunggu angkutan umum, tiba-tiba kedua gadis itu di kagetkan oleh suara decit Rem mobil. Terlihat 2 orang laki-laki sedang menghadang mobil sambil mengacungkan senapan ke arah kaca mobil mengisyaratkan agar sang pemilik mobil keluar. Sang pemilik mobil pun keluar sambil mengangkat kedua tangannya.
“loe mau ngapain?” Ucap salah satu gadis kepada teman
“Itu orang lagi butuh bantuan,(sambil mengambil Hpnya dari dalam Tas dan menekan beberapa nomor) Hallo, kantor Polisi? disini sedang ada perampokkan, iyah…. di jalan panglima batur…”
DOOOORRRRRRR!!!!!!!!
……
“ICHHHHHHHHHHHHHHHHHHHAAAAAAAAAAAAAAAA” Teriakku terbangun dari tidur dengan nafas yang terengah-engah “ kamu kenapa sayang?” dengan nada khawatir “Ga papa kok mah, Cuma mimpi buruk…” kataku masih dengan nafas terengah-engah.
Mimpi buruk yang slalu datang sejak kejadian itu. Mimpi buruk yang seolah-olah tidak pernah absen hadir disetiap malam ku.
“Ya udah cepat mandi gih, habis itu kita sarapan bareng…” sembari menutup pintu kamar. Aku hanya mengangguk dan tersenyum tanda mengiyakan.

-+-kamar-+-
Fanpage SMASH: Info… jangan lupa saksikan live konser SMASH at GSG Bandung, hari ini pukul 21.00 WIB. HTM:Rp 250.000,-.
CP:085280008000 (agent lia)
Aku pun bergegas mengambil Hp yang ada di sampingku “Hallo, ini benar agent Lia? Panitia penjualan tiket live konser SMASH?”pada seseorang diseberang telepon “…” “Saya mau pesan tiket konser SMASH” “…” “Satu aja, iyah… okey… okey.. makasih” Sahutku

Beruntung bagi ku karena tiket yang ku pesan adalah tiket terakhir yang tersedia.telat sedetik saja aku takkan bisa menyaksikan live Konser SMASH. Aku pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke Bank untuk mentransfer uang dan mengambil tiket pesananku di GSG Bandung. Berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 kurang 15. Aku pun bergegas masuk dan mencari posisi yang tepat untuk mengambil moment.
            Tidak beberapa lama kemudian lampu diruangan padam digantikan dengan cahaya laser dari sudut-sudut panggung yang ditata dengan apik.
“Selamat malam semuanya!!! Selamat datang dalam acara Live konser SMASH… Di GSG Bandung tentunya… Bisa kita lihat disini penontonnya, huuuh banyak bangeeeeet…. Oke lah kalo begitu langsung saja kita sambut…. SMASH!!!”
            Bisma, Rangga, Morgan, Dicky, Reza, Rafael dan Ilham masuk berturut-turut disambut dengan tepuk tangan dan teriakan histeris oleh para SMASHBLAST.  Musik pun dimulai,
Sempat ngerasa sedih’ Karna sering di bully ‘ Sempat jadinya malu ‘Karna dicibir mulu
Buggg!!! (suara ),  yang ternyata adalah suara mic milik Dicky yang terjatuh karna wajah nya dilempari satu kantung balon berisi cat air berwarna merah yang seketika pecah dan membasahi wajah Dicky. Semua SMASHBLAST terkejut, panitia pun sontak menghentikan musik dan menyalakan lampu. Bodyguard-bodyguard  yang tadinya berjaga di salah satu sisi panggung pun langsung menuju tempat arah pelemparan mencari pelaku pelemparan balon tersebut. SMASH yang masih shock terutama Dicky di kawal bodyguard meninggalkan panggung, Konser SMASH pun dihentikan.
Seminggu pun berlalu setelah kejadian pelemparan balon berisi cat air itu, seluruh media sibuk membicarakan kejadian tsb, begitu juga dengan jejaring social terutama Facebook dan Twitter. Di Facebook terjadi perang status dan koment antar SMASHBLAST dan Haters (Antis). Di Twitter sendiri kejadian itu jadi trainding topic selama seminggu ini.
Dan semenjak kejadian itu pula konser-konser SMASH banyak yang dibatalkan, karena pasti ada-ada saja kejadian-kejadian yang menimpa SMASH. Dan sasarannya selalu sama yaitu Dicky. Beberapa kejadian yang menimpanya berturut-turut diantaranya kostum yang tiba-tiba dirusak dengan sengaja , nasi box yang berisi kecoa, sampai yang paling parah adalah kejadian pada saat SMASH akan manggung outdoor, ketika itu SMASH menaiki panggung. Namun, ketika Dicky hendak menaiki tangga untuk ke atas panggung tiba-tiba saja ada seseorang yang menggores lengannya dengan pisau. Untung pakaian yang Dicky kenakan saat itu cukup tebal jadi hanya luka gores saja. Pada saat itu pelakunya hampir tertangkap. Tapi berhubung ditengah ribuan SMASHBLAST yang hadir, serta kondisi yang memang saat kejadian malam hari, pelaku itupun berhasil melarikan diri.
“Kasian kamu Dick, tetap senyum semangat yach (tersenyum)” sambil membaca artikel-artikel terbaru tentang SMASH
*Hai… met malam, kamu lagi ngapain???* Icimo
*lagi santai aja nih baca-baca artikel tentang SMASH* Aku
*pasti tentang mr.yuppie mu itu yach…??? *Icimo
*yaa… gitu dech…*Aku
            Sudah hampir 3 bulan ini aku berchatingan dengan Icimo, aku mengenal ichimo dari salah satu Fanspagenya SMASHBLAST di facebook.  Aku dan icimo sendiri sudah seperti berteman lama, kami sering curhat-curhatan. Terutama aku sering sekali curhat tentang Mr.Yuppie ku (Dicky). Tepat 3 bulan kami berchatingan, tiba-tiba saja Icimo mengajakku bertemu. Dia mengajakku bertemu disalah satu Cafe di Mall dekat Hotel Ibiss Bandung. Akupun mengiyakan.

-+-Cafe-+
‘Sweater merah Topi Hitam’Batinku
Aku pun melihat kesekeliling Cafe, dan menemukan lelaki  yang kumaksud. Aku pun menghampirinya. “Emmm… Icimo?” Tanyaku ragu. Lelaki itu pun berbalik ke arahku “Iyach…”Sahutnya tersenyum sambil menampakkan behelnya
“Dicky???” Ucapku kaget “Kamu Dicky kan? Kok bi… bi… sa?” Aku menepuk-nepuk pipiku sendiri. Sementara itu Dicky hanya tertawa kecil melihat tingkahku itu “Ssssst, Silahkan duduk” Ucap Dicky
Akupun duduk, dibangku yang ada dihadapan Dicky. Nampak jelas ada kecanggungan diantara kami, terutama aku.  Perasaanku campur aduk saat itu, tapi karna sikap Dicky yang kocak mampu mencairkan suasana membuatku nyaman. Satu jam mengobrol dengannya sudah seperti menghapuskan status diantara kami. Aku tidak merasa mengobrol dengan Dicky SMASH, tapi sudah seperti mengobrol dengan Icimo lelaki yang kukenal sejak 3 bulan yang lalu.
            Setelah pertemuanku di Cafe hari itu, kami tidak pernah berchatingan lagi. Bukan karna putus hubungan, tapi karna sekarang kami langsung berhubungan melalui telepon. Setiap pulang manggung atau ketika break shooting, Ichi (panggilan ku unrtuk Dicky) selalu menelponku. Kami juga sering jalan bareng saat SMASH tidak ada jadwal Perform.
……
            Dua Bulan pun berlalu dengan cepat aku dan Ichi semakin dekat. Tapi kami mulai jarang jalan bareng, karna jadwal SMASH yang mulai padat lagi. Semenjak kejadian tergoresnya lengan Dicky dan hampir tertangkapnya pelaku, kejadian-kejadian serupa hampir tidak pernah lagi terjadi.
……
Cenat cenut cenat cenut kaya badut kaya badut,(Dering Hp)…
“Hallo?” “…” “Ini Siapa?” “…” “Iyach, bener…” “…” “hah? Pingsan?” “…” “Dimana?” “…” “Ya udah aku kesana…” sembari menutup telpon dan bergegas mengambil tas. Aku pun memacu mobilku menuju tempat yang diberitahukan dengan perasaan cemas. ‘ apa-apaan sih…’ Batinku
Sesampainya tempat yang diberitahukan. Akupun bergegas turun dan langsung masuk kedalam tempat tsb.
“Gimana ka keadaannya? Kenapa jadi bisa pingsan sih?” Tanyaku pada Morgan
“Kami juga ga tau, tiba-tiba aja dia pingsan di tengah latihan…” Jawab Morgan “Iyah, padahal ga biasanya dia gini… sebelum latihan tadi juga dia baik-baik aja…” Ucap Bisma. Tiba-tiba lampu dalam ruangan itu mati.“Kenapa nih???” kataku kaget “Tenang udah biasa gini kok, bentar lagi juga nyala…” Ucap seseorang yang aku tidak tahu siapa
            Benar saja tidak berapa lama kemudian lampu diruangan itu menyala, tapi ada yang berbeda. Dicky yang awalnya ada didepanku hilang. Anggota SMASH yang lainnya juga tidak ada.
You know me so well… girl I love u… girl I need u… girl I heart u…
I know u so well… girl I love u… girl I need u… girl I heart…
Aku pun memalingkan tubuh ku kearah suara, dan tidak di sangka ternyata Dicky sudah ada dihadapanku dengan se-bucket mawar merah, dan sebuah kotak perhiasan ditangannya. Dengan background suara Anggota SMASH yang lain degan lagu IHY (I Heart You).
“Chi, kamu pasti sudah tau maksud aku kan. Jadi… (menggaruk kepala) kamu mau ga jadi pacarku???” Tanya Dicky langsung ke intinya “Emmmm….” Aku menatap ke wajah Dicky sejenak, Nampak jelas wajahnya yang harap-harap cemas “Emmm….” Aku hanya tersenyum simpul sambil menganggukkan kepala tanda mengiyakan.
…….
            Satu minggu, dua minggu, satu bulan, tiga bulan....  waktu berjalan cepat, Aku dan Dicky kini sudah memasuki bulan ke empat masa pacaran kami.
“Ichi... mau kemana?”Tanyaku manja ketika Dicky beranjak dari tempat duduk disebebelahku “hemmmmz… mau ke toilet echiku sayang… mau ikut?” Jawab Dicky sambil tersenyum jahil lalu meninggalkanku menuju toilet
“Chi, gw boleh minjem laptop loe ga?” Tanya Rafael “(Tersenyum) Nih” Menyerahkan Laptop pada Rafael “Buat apa?” Tanyaku  “Buat Download, laptop gw dimobil…” sambil duduk di sampingku
“Echi...” Sapa Dicky yang baru datang dari toilet sambil menyodorkan satu Bungkus yuppie di mukaku “Mau…” Ucapku Manja
“Emmm… Chi…” Kata Rafael “Iya?! Kenapa?” Heran “Emm ga pa pa…” Sahut Rafael ragu
“Chi Balik yo?!” Ajak Dicky “Tumben jam segini udah ngajak balik?!” Sahutku
“Ga papa, kamu besok ada Ujian kan?” Kata Dicky, Aku hanya tersenyum “Ya udah aku pamit yah?!!” Melihat kesekeliling “Laptopnya bawa aja dulu Raf…” Kata ku pada Rafael

-+-Mobil Dicky-+-
Tak terganti (Alarm Hp) --‘Good Bye ICHA’ (Layar Hp)--
“Siapa?” Tanya Dicky “Cuma Alarm…” Sahutku sedih “Siapa yang UL-Tah?!” Tanya Dicky lagi “Bukan Ul-Tah, hari ini tepat satu tahunnya kepergian Icha… My best Friend…” Menitikkan airmata
“Icha?! Ough…” Jawab Dicky “Kenapa? Apa kamu kenal seseorang namanya Icha?” Kataku tersenyum kecil “Icha? Emmm… ga da something yang special dari nama Icha…”Jawab Dicky

-+-Rumah-+-
“Non, tadi ada paket buat non….” Menyerahkan Satu kotak merah, Aku pun membuka kotak merah tersebut. Ternyata sebuah undangan, berbentuk hati bertuliskan “ICHI&ECHI” ditengahnya, akupun melihat kedalam kotak itu lagi ada sebuah kotak perhiasan kecil berisi sebuah cincin.
Dicky….
Aku terduduk, airmataku bercucuran. Kudekap erat kotak berisi undangan dan cincin tersebut. Kepalaku tiba-tiba pusing, pikiranku berkecamuk.
Cenat cenut cenat cenut kaya badut kaya badut,(Dering Hp)…
“Hallo…”Sahutku “…” Aku bertambah lemas mendengar berita yang baru saja ku dapat, dengan tenaga yang tersisa aku bergegas mengambil kunci mobil.
Aku pun memacu mobilku ke Rumah sakit. Air mataku terus mengalir, pikiranku masih berkecamuk. Sesampainya Di RS akupun bergegas ke ruangan UGD. Disana sudah terbaring Dicky dengan banyak alat yang terpasang diseluruh tubuhnya. Dicky mengalami kecelakaan.
“Icha… Please bantu aku… kuatin aku….” Sambil menangis “Icha?!” Kata seseorang di belakangku “Iyach… Icha?! My best friend yang pergi untuk selama-lamanya tepat satu tahun yang lalu….” Menerawang ke tempat entah berantah
“Jangan-jangan loe temennya cewe yang nolong gw dulu?” Kata seseorang yang ada di belakangku.  Seorang cowo dengan perawakan hampir sama dengan Dicky.
“Gw kakanya Dicky… Ternyata dunia itu sempit yach, gw nyari-nyari loe selama ini , dan ternyata loe pacar ade gw…” Jelasnya “Nyari aku?” Bingung, Cowo itu pun mengambil sesuatu dalam dompetnya. “Nih… (Menyodorkan secarik kertas kearah ku) Surat itu diberikan Icha tepat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya…” Ucapnya. Aku pun membuka surat itu dan membacanya, disurat itu Icha menjelaskan kalau dia sudah lama mengidam kanker otak. Icha bersyukur bisa berbuat baik sebelum dia pergi untuk selama-lamanya, Icha meminta maaf padaku karna tidak membertahukanku lebih awal. Setelah membaca surat itu, sontak tangis ku pun pecah, ada penyesalan besar di batinku.
“Jadi, jadi… bukan Dicky… pasti surat ini palsu, iyakan.. Cha… Please Cha… Jangan gini dong…” Aku tak bisa berkata apa-apa, Hanya airmata yang terus mengalir.”Ya… semuanya benar… dan selama ini loe salah!!!” Kata Rafael yang baru masuk dengan wajah yang sangat marah “Ada apa nih?” Tanya Kakanya Dicky. “Cewe ini yang selama ini ngeBully Dicky, dia serigala berbulu domba…” Menunjuk kearahku “Maksudnya?” Nampak raut heran di wajahnya
“Dia selama ini salah paham, dia menganggap selama ini Dicky adalah penyebab kematian Icha…” Jelas Rafael. AKu hanya bisa terisak menangis. Tiba-tiba 2 orang polisi datang dan langsung menangkapku.
“Anda ditahan, dengan tuduhan pembunuhan berencana…” memasang borgol di tanganku.
Maafin aku Ichi aku sangat menyangimu… tapi benciku membutakan hatiku…
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttt (Suara alat mendeteksi detak jantung DIcky berbunyi)
……
Sisa-sisa hariku kini kulewati di balik jeruji penjara. Ada penyesalan yang besar di batinku. Bukan karna kini aku mendekam di penjara,tapi kebutaan karena perasaan benciku yang mengakibatkan aku kehilangan orang yang sangat ku cintai. Dan kini dia selalu hadir dalam mimpi burukku.



Penulis by DESY CIPTA ANGGRAINI
____________________________________________________________________________

 

Facebook @ Dessy Karisma Prasetya
 

Twitter      @ Dessy_55

Icha, Echi, Dan Ichi photo Reviewed by Budi Hery Kiswanto on 4:57 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Coretan Gaptek © 2014 - 2015

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.